السلام عليكم...جزاكم الله خيرا جزاء إلى كل من يزور هذا الموقع وأرجو منكم تستفيد وتنتفع بها إذا كانت وجدتها غير مفيدة ولا فائدة لكم فاتركها...أهلا وسهلا إلى بيتي جنتي...قال الله

تعالى: يأيها الذين ءامنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتنّ إلا وأنتم مسلمون

Wednesday, 26 May 2010

Analogi kehidupan manusia "dikejar harimau, ditunggu dek buaya "...




Ada seorang pemuda yang sedang berjalan- jalan ditepi hutan untuk mencari udara segar, ketika dia sedang berjalan-jalan, tiba -tiba terdengarlah Bunyi ngauman suara harimau…


Auuuummmm… .!!!!!


Seekor harimau yang sedang lapar Dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya. Tiba-tiba tanpa disedari oleh pemuda tersebut.. harimau itu sudah berada dihadapan pemuda itu. Disebabkan terlalu takutkan harimau itu, dia pun berlari dan sejauh yg termampu , Harimau yang sedang lapar itu sudah tentu tidak akan melepaskan dia pergi begitu sahaja , harimau itu pun mengejar pemuda tadi . Ditengah kepanikkan itu, pemuda tadi sempat Berdoa, agar diselamatkan dari terkaman harimau itu dan dia amat bersyukur kerana doanya dikabulkan, dalam keadaan dia sedang berlari dia terpandang sebuah perigi tua,, terlintas Difikirannya untuk lompat kedalam perigi itu, kerana harimau pasti tidak akan mengejarnya dan ikut lompat sama kedalam perigi tersebut.



Amat bernasib baiklah pemuda itu kerana ditengah-tengah perigi itu ada tali yang menjulur ke bawah, jadi pemuda tadi tidak perlu melompat yang mungkin akan menyebabkan kakinya patah disebabkan dalamnya perigi tersebut. Namun, tali itu pendek Dan tak termampu untuk dia menjejakkan kaki kedasar perigi tersebut , dan akhirnya dia bergayutlah ditengah-tengah perigi itu, ketika pemuda itu sedang bergayut , pemuda itu mengangkat mukanya keatas, ternyata harimau tadi masih menunggunya dibibir perigi itu , Dan ketika dia menunduk kebawah, terdengar suara kacukan air yang ganas,.. setelah diamati ternyata Ada 2 ekor buaya yang ganas yang berusaha menggapai badannya,.


Pemuda itu mengeluhhh....

Ya Allah apakah yg harus aku lakukan???, diatasku harimau sedang menunggu, dibawah buaya bersiap-sedia menerkamku, ketika pemuda itu sedang memikirkan cara untuk keluar dari perigi itu, tiba-tiba di celah-celah perigi itu terdapat lobang kecil dan tanpa di jangka oleh pemuda itu maka keluarlah seekor tikus putih ..ciiit…ciiit. .. ….ciit…yang naik meniti tali pemuda tadi Dan ia menggigit tali pemuda tadi, belum sempat pemuda itu terjaga dari terkejutnya dia akan hal itu pada masa yang sama dari lobang itu juga muncul lagi seekor tikus hitam yang melakukan hal sama seperti tikus putih tadi menggigit tali yang diguna oleh pemuda itu untuk begayut.



ooohhhh…jika tali ini putus, .habislah riwayatku dimakan buaya..!!! Cemas dia berpikir,… jika aku naik keatas …, sudah pasti harimau menerkamku, . ..jika menunggu disini , tali ini akan putus Dan Buaya dibawah ini telah lama bersiap sedia untuk menjamahku... Saat itulah dia mendengar deruan serombongan lebah yang sedang mengangkut madu untuk dibawa kesarang Mereka,.. dia mendongakkan wajahnya keatas ..Dan tanpa disangka-sangka jatuhlah setitis madu dari lebah itu dan kebetulan jatuh tepat dalam mulut pemuda itu..



Spontan pemuda tadi berkata…
Subhanallah ... Alangkah manisnya madu Ini ,.. baru kali ini aku merasakan madu semanis Dan selazat ini…!!! Dia lupa akan ancaman buaya Dan harimau tadi.



Tahukah kamu, inti pati dari cerita diatas…secara analoginya -- Pemuda tadi adalah Kita semua 'manusia', harimau yang mengejar adalah maut Kita, ajal memang selalu mengejar kita . Jadi ingatlah akan mati. Dua ekor buaya adalah diumpamakan sebagai malaikat Munkar Dan Nakir yang menunggu Kita di alam kubur Kita nantinya . Tali tempat pemuda bergayut adalah umur Kita ,. Tikus putih Dan tikus hitam adalah dunia Kita siang Dan juga malam yang sentiasa mengikis umur Kita. Diibaratkan cerita tikus td yang menggigit tali pemuda itulah siang dan malam . Madu setitis yang jatuh itu adalah nikmat dunia yang hanya sebentar. Bayangkan madu setitis tadi masuk ke mulut pemuda itu, dia terlupa akan ancaman harimau Dan buaya yang sedang menunggunya ,.. begitulah Kita , ketika Kita menerima nikmat sedikit, Kita lupa kepada Allah . Ketika susah baru ingat kepada Allah.. Astaghfirullah





-perkongsian dari musafir ilmu- sumber renungan kita bersama


p/s= peringatan untuk ana juga... :-)

Read more...

Friday, 21 May 2010

untuk dikau yg bernama muslimah......

Saudariku Muslimah,

Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu. Tidak ada ajaran manapun yang lebih tinggi mengangkat derajat wanita selain ajaran Islam. Bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan dengan masalah wanita di dalam kitab-Nya yang mulia. Sedangkan sebelum Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata keluarganya, serta dihina kan oleh masyarakat. Oleh karena itu terkadang ia diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang lebih baik daripada memperlakukan wanita.


Sesungguhnya engkau, wahai saudariku muslimah, tidak akan mendapatkan kemuliaan kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah (dalam agama ini) dan dengarkanlah firman Allah yang telah menceritakan kisah orang terdahulu, mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan yang engkau dapatkan.


Allah berfirman:

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memelihara dengan menanggung kehinaan, ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (An-Nahl: 58-59)


Saudariku Muslimah
,


Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang yang ingin memanfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri.


Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata: “Tidaklah keadaan negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepaskan hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al-Qur’an dengannya!”. Sesungguhnya dengan hal itu mereka ingin mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka Jahanam. Maka jika engkau menyambut mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat.


Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta melepaskan hijab dengan segala konsekuensinya, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian, kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lain nya. Pada saat itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan mereka (para musuh), mereka mempermainkanmu seperti anak-anak bermain dengan bola, dan mereka mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga Allah menjagamu dari mereka.


Saudariku Muslimah
,


Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan tidak mendengar kan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih dengan keteguhanmu berpegang pada agama mu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam (berpegang teguh) dengan hijabmu.


Saudariku Muslimah
,


Sesungguhnya sebagian wanita meggambar kan bahwa sufur adalah membuka muka wanita saja, tidak…tidak ini saja. Sesungguhnya termasuk sufur adalah pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis. Sesungguhnya termasuk sufur adalah memakai wangi-wangian ketika
keluar menuju tempat-tempat yang di dalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya termasuk sufur adalah memakai pantalon (celana panjang). Apakah engkau tidak mendengar sabda Nabi :


Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya… (dan beliau menyebutkan): Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim).


Para ulama berkata: makna para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat, tipis atau tidak menutup seluruh badan.


Saudariku Muslimah
,


Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, (untuk) memelihara kesucian, rasa malumu dan kemuliaanmu. Agamamu memerintahkanmu untuk berhijab dan memiliki rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan ditimpa adzab Allah di akhirat sedangkan di dunia engkau menjadi mangsa serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian akhwat -semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka- telah mendengar seruan serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka.


Saudariku Muslimah
,


Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakanlah tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu, sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.



Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Ali-Imran: 185)



Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluk dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan kebingungan. Matahari benar-benar akan dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu diantara para makhluk untuk dihisab.


Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah Di mana persiapanmu wahai wanita yang lalai Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu Apakah lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat Apakah barang-barang permata akan bermanfaat


Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun selamanya. Yang bermanfaat hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih, setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.


Ingatlah, bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur dengan laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar (rumah) dalam keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing.


Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara) keduanya.


Bertaqwalah kepada Allah wahai engaku yang mendidik anak-anakmu dengan pendidikan yang tidak baik/ benar. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan mereka pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat di dunia dan di akhirat. Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah kepada Allahdan kembalilah pada petunjuk sebelum datang suatu hari yang pada hari itu hati-hati dan pandangan-pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat keras, dan sesungguhnya engkau -demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab neraka.


Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh karena kuatnya panas neraka. Maka dimana engkau wanita yang lemah dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh Sesungguhnya engkau mampu bersabar atas rasa lapar dan hau, dan engkau mampu bersabar atas bahaya. Akan tetapi demi Allah yang tidak ada ilah (sesembahan) selain Dia, tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka. Ingatlah, mka selamatkanlah dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal.


Semoga Allah memberimu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai oleh-Nya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang engkau dengar dan engkau baca, dan semoga Allah menjadikannya sebagai pendukung bagimu bukan sebagai bumerang atasmu.


Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad , keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.
..


Read more...

Wednesday, 12 May 2010

Mengimbau sedetik sirah perjungan rasulullah (siri 2)

Peristiwa Kewafatan Rasulullah SAW

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Setelah selesai solat subuh maka Rasulullah SAW melihat kepada orang ramai dan berkhutbah: "Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah SWT, oleh itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah SWT dan mengerjakan segala perintahnya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia." Dengan suara terbatas Rasulullah SAW bersabda, "Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al Quran dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."



Pesanan ringkas itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah SAW yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar RA menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar RA dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman RA menghela nafas panjang dan Ali RA menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.



Kemudian Allah SWT mewahyukan kepada malaikat Maut, "Wahai Malaikat pencabut nyawa, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaKu."


Setelah malaikat Maut mendapat perintah dari Allah SWT maka malaikal Maut pun turun dengan menyerupai seorang Arab Badwi. Setelah malaikat Maut sampai di depan rumah Rasulullah SAW maka ia pun memberi salam, "Assalamualaikum wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!" Fatimah RA tidak mengizinkannya masuk, "Wahai Abdullah (Hamba Allah), maaflah, ayahku sedang sakit," kata Fatimah RA yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian Fatimah RA kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata. Kemudian malaikat Maut berkata lagi seperti dipermulaannya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengari oleh Rasulullah SAW. Baginda SAW bertanya pada Fatimah RA, "Siapakah itu wahai anakku?"



Fatimah RA menjawab: "Seorang lelaki memanggil ayahanda, saya katakan kepadanya yang ayahanda dalam keadaan sakit. Ia memanggil dengan suara yang menggetarkan sukma." Rasulullah SAW lantas berkata; "Wahai Fatimah, tahukah kamu siapakah orang itu?." Jawab Fatimah RA, "Tidak ayahanda."


"Dia adalah malaikat maut, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat, yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur." Fatimah RA tidak dapat menahan air matanya lagi. Setelah mengetahui bahawa saat perpisahan dengan ayahandanya akan bermula, dia menangis sepuas-puasnya. Apabila Rasulullah SAW mendengar tangisan Fatimah RA maka Baginda SAWpun berkata: "Janganlah kamu menangis wahai Fatimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan daku."



Kemudian Rasulullah SAW pun mengizinkan malaikat Maut masuk. Maka malaikat Maut pun masuk dengan mengucap, "Assalamuaalaikum ya Rasulullah." Rasulullah SAW menjawab: "Wa alaikas saalamu, wahai malaikat Maut engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?" Maka berkata malaikat maut: "Kedatangan aku adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau dikau izinkan, kalau dikau tidak izinkan maka aku akan kembali." Rasulullah SAW bertanya: "Wahai Malaikat maut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibrail? "Aku tinggalkan ia di langit dunia?" Jawab malaikat Maut. Baru sahaja malaikat Maut selesai bicara, tiba-tiba malaikat Jibrail datang dan duduk di samping Rasulullah SAW. Maka bersabdalah Rasulullah SAW: "Wahai Jibrail, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat?" Jibrail menjawab: "Ya, wahai kekasih Allah."


Rasulullah SAW bertanya lagi: "Wahai Jibrail, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku di sisi Allah SWT" Berkata malaikat Jibrail, "Sesungguhnya semua pintu langit telah di buka, para malaikat bersusun rapi menanti ruhmu di langit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu." Berkata Rasulullah SAW: "Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti."


Berkata Jibrail: "Allah SWT telah berfirman yang bermaksud, Sesungguhnya Aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam syurga sebelum dikau masuk terlebih dahulu, dan Aku juga melarang semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga." Berkata Rasulullah SAW: "Sekarang aku telah puas hati dan telah hilang rasa susahku."


Kemudian Rasulullah SAW berkata: "Wahai Malaikat Maut, mendekatlah kamu kepadaku." Setelah itu malaikat maut pun memulai tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah SAW ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah SAW bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. Apabila ruh baginda SAW sampai ke pusat, dengan perlahan Rasulullah SAW mengaduh "Jibrail, betapa sakit sakaratul maut ini." Fatimah RA terpejam, Ali RA yang di sampingnya menunduk semakin mendalam dan Jibrail mengalihkan pandangannya dari Rasulullah SAW. Melihatkan telatah Jibrail itu maka Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai Jibrail, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?" Jibrail berkata: "Wahai kekasih Allah, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?"



Sebentar kemudian terdengar Rasulullah SAW merintih kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat sungguh maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah SAW mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali RA segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, “peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat RA saling berpelukan. Fatimah RA menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali RA kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah SAW yang mulai kebiruan. Ali RA berkata: "Sesungguhnya Rasulullah ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan aku meletakkan telinga, aku dengar Rasulullah berkata: "Umatku, umatku." Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah SAW Rasulullah



- rujukan sila rujuk pada post yg seblomnya.. disiri 1-


sumber rujukan sila rujuk disiri 1.... syukran. :-)


-SEDETIK BERSAMA RASULULLAH-



video

Read more...

Monday, 10 May 2010

Mengimbau sedetik sirah perjungan rasulullah (siri 1)

Bermulanya perjuangan Rasulullah SAW

Perjuangan baginda bermula setelah baginda diangkat menjadi rasul. Kerasulan baginda berlaku selang 40 hari baginda mendapat wahyu yang pertama sekalgus menandakan baginda telah menjadi nabi. Peristiwa menerima wahyu yang pertama ini adalah melalui peranataraan malaikat Jibril AS. Yang berlaku pada malam 17 Ramadhan tahun 41 dari umur Nabi SAW ketika baginda mengasingkan dirinya di Gua Hira′,terletak di Jabal an-Nur iaitu kira-kira 6 batu jauhnya dari kota Makkah.

Pemilihan Gua Hira′ini amat bertepatan dengan usaha pemantapan jiwa baginda agar tidak gentar dan dapat melenyapkan rasa takut serta melatih diri hidup dalam kesusahan. Melalui jiwa seperti ini, baginda mampu untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diperintahkan Allah sebagai penolong dan pemimpin bagi seluruh alam. Kesimpulannnya keperitan untuk sampai di Gua Hira itu boleh dianggap sebagai perjuangan batin dan menjadi titik tolak bagi perjuangan batin dan perjuangan yang akan datang yang mana lebih besar dan mencabar.

Setelah sekian lama Rasulullah menunggu penurunan wahyu, maka malalaikat Jibril AS, datang buat kali keduanya menemui Rasulullah S.A.W dalam bentuk rupanya memenuhi ruangan di antara langit dan bumi serta melaungkan dengan kuatnya dengan kata-kata yang bermaksud :

“Wahai Muhammad! Sekarang ini engkau Rasulullah dan aku malaikat Jibril!”
(Khalid, 1994 : hal,39)

Nabi Muhammad SAW segera pulang dan meminta Khadijah untuk menyelimutinya. Lalu Jibril AS datang membacakan wahyu yang bermaksud :

“Wahai orang yang berselimut! Bangunlah lalu peringatkanlah (manusia). Dan tuhan engkau, hendaklah engkau besarkan. Dan pakaian engkau, hendaklah engkau bersihkan. Dan perbuatan dosa, hendaklah engkau tinggalkan. Dan janganlah engkau memberi (kerana hendak) mendapatkan balasan yang lebih banyak. Dan kerana (memenuhi perintah) Tuhan engkau, hendaklah engkau bersabar. (Al Mudathir : 1-7)

Turunnya ayat ini menandakan secara rasminya Nabi Muhammad diangkat menajdi Rasululullah SAW bagi melaksanakan perintah Allah untuk menyebarkan ajaran Islam. Selain itu juga untuk membawa rahmat ke selauruh alam. Seperti firman Allah yang bermaksud:

“ Dan tidak aku utuskan engkau (Muhammad) melainkan untuk membawa rahmat ke seluruh alam.” (Al-Anbiya′:107)

Pendekatan perjuangan Rasulullah SAW

Perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan kalimah tauhid La Ilaha illaLlah bolehlah dikaitkan dengan kegiatan dakwah dan jihad baginda. Hal ini boleh diperhatikan melalui firman Allah SWT yang bermaksud :

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu) kamu tidak menyampaikan risalahNya, padahal Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (Al-Maidah)

Islam adalah agama wahyu, agama risalah yang merupakan pesan keTuhanan yang mesti disampaikan kepada segenap lapisan umat manusia. Islam adalah agama dakwah di mana semua umat Islam wajib untuk mengajak manusia lain untuk sama-sama beriman kepada Allah dalam pelbagai cara, samada media dan sebagainya. Agar kebenaran agama Allah ini dapat diamalkan dalam segenap lapaisan kehidupan masyarakat.

Peringkat dakwah Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam.

Peringakat pertama :

Seruan secara sulit memakan masa selama 3 tahun.

Peringkat kedua :

Seruan secara terang tanpa kekerasan berjalan sehingga berlaku hijrah.

Peringkat ketiga :

Dakwah secara terang-terangan menggunakan senjata untuk mempertahankan diri berjalan hingga pembukaan Makkah.

Peringkat keempat :

Dakwah secara terang-terangan dan mengangkat senjata terhadap mereka yang cuba menghalang perjalanan dakwah. Dalam peringkat inilah dipraktikkan syariat-syariat Islan dan perintah jihad pun diturunkan....




-bersambung di siri 2-



Sumber rujukan
  1. Abu Hasan Ali Al-Hasani An-Nadawi, Riwayat Hidup Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam. 1983: Pustaka Nasional Pte. Lpt. Singapura.
  2. Syekh Imam Muhammad bin Abi Bakr bin Abdul Qadir Al-Razi, Mukhtar Al-Sihah.
  3. M. Abdul Mujieb, Mabruri Tholhah, Syafi'ah Am, Kamus Istilah Fiqh. 1997: Penerbit PT Pustaka Firdaus.
  4. Muhammad Husain Haekal, Sejarah Hidup Muhammad Sallallahu 'Alaihi Wasallam, 1972: Tintamos Indonesia.

Read more...

Thursday, 6 May 2010

Kisah Sayyid 'Alawi bin 'Abbas al-Maliki dengan Syeikh 'Abdur Rahman bin Sa'di

Suatu ketika Sayyid 'Alawi duduk dalam halaqahnya di Haram Makki, dan sedang duduk di suatu sudut lain Syeikh 'Abdur Rahman bin Sa'di, pengarang sebuah kitab tafsir. Orang ramai pula sedang bersolat dan bertawaf. Dan di langit awan mendung sedang berarak. Kemudian hujan pun turun. Air hujan yang turun di atas Kaabah mengalir keluar melalui saluran mizab. Lantas ramai orang bergegas ke mizab tersebut untuk mendapatkan air daripadanya. Lalu mereka membasahkan baju dan badan mereka dengannya sebagai mengambil berkat.



Melihat hal itu, sekumpulan 'orang badwi' menegah mereka kerana menyangka ianya adalah syirik. Kata mereka: "Jangan, wahai orang-orang musyrik,.. syirik, syirik!". Lalu semua orang pun beredar dan menuju ke halaqah Sayyid 'Alawi. Mereka bertanya tentang perkara tersebut, dan beliau mengharuskannya. Lantas orang ramai pun pergi sekali lagi ke mizab tersebut. 'Orang-orang badwi' tadi pergi kepada halaqah Syeikh 'Abdur Rahman dan mengadu kepadanya. Lantas beliau pun pergi bertemu dengan Sayyid 'Alawi. Maka ramai orang berkumpul kepada dua orang ulama tersebut. Kata Syeikh Abdur Rahman: Betulkah tuan mengatakan kepada orang ramai bahawa dalam air hujan tersebut ada barakah? Jawab Sayyid 'Alawi: Bahkan, ada dua barakah. Balas Syeikh Abdur Rahman: Macammana demikian? Jawabnya lagi: Kerana Allah Ta'ala berfirman dalam kitab-Nya mengenai hujan (ونزلنا من السماء ما ء مباركا) "Dan Kami turunkan daripada langit air yang diberkati", dan mengenai Kaabah pula (إن أول بيت وضع للناس للذي ببكة مباركا) "Sesungguhnya rumah pertama Allah yang dibina untuk manusia ialah yang berada di Makkah lagi diberkati". Maka sekarang terkumpul dua barakah; barakah air hujan dan barakah baitullah ini.


Mendengar itu, Syeikh Abdur Rahman merasa takjub: Subhanallah, macammana kami bolehn lupa hal ini? Lalu beliau pun berterima kasih kepada Sayyid 'Alawi dan meminta izin untuk beredar. Lantas kata Sayyid 'Alawi: Nanti dulu ya syeikh, tidakkah kamu lihat 'orang-orang badwi' itu menyangka bahawa apa yang dibuat oleh orang ramai itu sebagai syirik? Mereka tidak berhenti mengkafirkan orang dan melontar mereka dengan tuduhan syirik, sehingga melihat orang yang seumpama tuan yang dapat menegah mereka. Pergilah ke mizab dan ambil air hujan tersebut di hadapan mereka agar mereka membiarkan orang ramai. Kemudian Syeikh Abdur Rahman pun pergi ke mizab dan mengambil sendiri air hujan itu sebagai mengambil berkat. Akhirnya 'orang-orang badwi' tadi meninggalkan orang ramai setelah melihat syeikh mereka berbuat demikian.



Kisah ini telah diceritakan oleh Syeikh 'Abdul Fattah Rawah al-Makki di dalam kitab Thabatnya. Lihatlah bagaimana akhlak para ulama dan keakuran mereka terhadap kebenaran apabila sudah nyata.



-karangan dari MOHD. KHAFIDZ BIN SORONI-

Read more...

About This Blog

helwa telinga

Tetamu maya

free counters

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP